putri tidur banjarmasin
Foto: jambiekspres.co.id

Echa Si Putri Tidur dari Banjarmasin, Kembali Tertidur

Wartaterbaru.com – Sempat viral pada 2017, Siti Raisa Miranda alias Echa kembali jadi perbincangan. Gadis asal Banjarmasin Kalimantan Selatan ini kembali tertidur berhari-hari, diduga karena hipersomnia.

Pakar kesehatan tidur dari Snoring & Sleep Disorder Clinic Pondok Indah, dr Andreas Prasadja, RPSGT, ketika itu menjelaskan bahwa Kleine-Levin Syndrome merupakan kondisi yang ditandai dengan penyakit hipersomnia periodik. Artinya, pengidapnya bisa tertidur dalam jangka waktu sangat lama.

“Di Indonesia belum pernah (ada sindrom Kleine-Levin), kali ini baru yang pertama yang saya tahu. Kasusnya sangat jarang, dan pengobatannya pun belum ada yang pas,” ujar dokter yang juga praktik di Rumah Sakit Mitra Kemayoran tersebut, Kamis (26/12/2017).

Echa sempat dirawat di RSUD Dr Ansari Saleh, tetapi dibawa pulang setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang ‘normal-normal’ saja. Hanya durasi tidurnya saja yang tidak ‘normal’ karena sudah sepekan lebih tidak benar-benar terbangun.

Beberapa fakta seputar kondisi Echa terangkum sebagai berikut.

Dikaitkan dengan hipersomnia

Tidur berlebih atau selalu mengantuk meski sudah tidur cukup merupakan ciri-ciri hipersomnia. Dikenal juga dengan istilah excessive daytime sleepiness (EDS).

Hipersomnia kerap dikaitkan juga dengan sindrom langka Kleine-Levin Syndrome atau sindrom putri tidur. Pengobatan untuk sindrom ini hingga kini belum tersedia.

Risiko kurang cairan

Tidur dalam jangka waktu sepekan lebih tentu berisiko menghambat asupan nutrisi dan cairan. Sementara cairan tubuh tetap keluar melalui urine maupun penguapan dari permukaan kulit, asupan minum akan sangat terbatas.

Pakar hidrasi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH mengingatkan perlunya pemeriksaan pada Echa.

“Jelas ini membutuhkan diganti pengeluaran itu, kalau selama itu tidak ada asupan cairan kita harus pertanyakan, saya rasa nggak bisa itu kalau bertahan selama itu,” katanya.

Baca Juga »  LOKER BUMN PT POS Indonesia Februari 2021, Terbuka SMA, SMK, dan D3

Sementara, orang tua Echa mengaku memberikan asupan susu cokelat ketika Echa terbangun sebentar. Segera setelah minum susu, Echa kembali terlelap.

Siapa yang berisiko?

Hipersomnia bisa dialami siapa saja. Beberapa kondisi bisa meningkatkan risiko seperti:

  • Sleep apnea
  • Gangguan fungsi ginjal
  • jantung
  • saraf otak
  • Depresi atipikal
  • Hipotiroid

Sumber: health.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.