Apakah yang di maksud dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa?

Seperti dikabarkan sebelumnya, anggaran dana desa pada tahun 2021 sebesar Rp 72 triliun. Selanjutanya, anggaran tersebut digunakan untuk bantuan langsung tunai (BLT) dana desa pada bulan Januari 2021 sebesar Rp 93,54 miliar dan hingga saat ini Jumlah tersebut telah disalurkan untuk 4.723 desa dengan 311.832 keluarga penerima manfaat (KPM)

Seperti informasi yang dikutip dari situs www.bappenas.go.id Program ini di buat untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan dari dampak pandemi COVID-19 pemerintah telah merancang beberapa program jaminan perlindungan sosial.

Salah satunya adalah Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa), yaitu bantuan keuangan yang bersumber dari Dana Desa dan ditujukan bagi masyarakat miskin dan rentan yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari terutama akibat wabah COVID-19. Masyarakat miskin dan rentan yang belum menerima bantuan dari skema jaminan kesejahteraan sosial lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Kartu Prakerja berhak menerima bantuan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) dan/ atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan atau Stabilitas Sistem Keuangan Menjadi Undang-Undang.

Anda dapat membaca lebih lanjut cara mendaftar bansos tersebut di tulisan ini.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus berupaya memberi dukungan kebijakan dan pendampingan kepada desa terkait pelaksanaan BLT-Dana Desa, salah satunya dengan menerbitkan Buku Panduan Pendataan Penerima BLT-Dana Desa yang bisa di baca di situs Bapenas.

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa) adalah bantuan uang kepada keluarga miskin di desa yang bersumber dari Dana Desa untuk mengurangi
dampak pandemi COVID-19. Adapun nilai BLTDana Desa adalah Rp600.000 setiap bulan untuk setiap keluarga miskin yang memenuhi kriteria dan diberikan selama 3 (tiga) bulan dan Rp300.000 setiap bulan untuk tiga bulan berikutnya. BLT-Dana Desa ini bebas pajak.

Baca Juga »  Jadwal dan Formasi CPNS dan PPPK Sudah Ada. Baca Lengkapnya

Ya dan bulan Februari dana ini sudah siap di cairkan kembali seperti ditulis di sini.

Jika kebutuhan desa melebihi ketentuan maksimal yang dapat dialokasikan oleh desa, maka Kepala Desa dapat mengajukan usulan penambahan alokasi Dana Desa untuk Bantuan Langsung Tunai kepada Bupati/ Wali Kota. Usulan tersebut harus disertai alasan penambahan alokasi sesuai keputusan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus).

A. Syarat mendapatkan BLT Dana Desa:

1. Keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa bersangkutan

2. Tidak termasuk dalam penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, Bantuan Sosial Tunai (BST) dan bansos pemerintah lainnya

3. Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK)

4. Jika penerima bantuan adalah petani maka BLT Dana Desa dapat digunakan untuk membeli pupuk

5. Rincian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdasarkan keluarga pekerjaan ditetapkan dengan peraturan kepala desa

6. Pendataan KPM BLT Dana Desa mempertimbangkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Kementerian Sosial.

Selain sebagai syarat penerima, pemerintah juga telah memberikan informasi syarat mendapatkan BLT Dana Desa di link lumbungfile.kemendesa.go.id. dimana para penerima BLT Dana Desa dicatat relawan desa yang menerima surat tugas dari Kepala Desa.

B. Cara mendapatkan BLT Dana Desa:

1. Telah dicatat relawan desa yang memiliki surat tugas dari Kepala Desa

2. Jumlah pendata minimal tiga atau lebih dalam bilangan ganjil

3. Pencatatan dilakukan pada tingkat Rukun Tetangga (RT)

4. Yang dimaksud keluarga miskin dan berhak atas BLT Dana Desa adalah yang memenuhi minimal 9 dari 14 kriteria dari Kemensos

5. Segala aktifitas dari petugas pencatat harus dilaporkan kepada Ketua Relawan Desa Lawan COVID-19.

6. Dokumen hasil pendataan dibahas dalam forum Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk validasi, finalisasi, dan penetapan data penerima BLT Dana Desa

Baca Juga »  Miliki Rekening Kartu Prakerja di BNI, Dapat Pelatihan & Modal Kerja.

7. Dokumen dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani Kepala Desa dan perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

8. Dokumen selanjutnya disampaikan pada Bupati atau Wali Kota, yang dapat didelegasikan pada Camat untuk mendapat pengesahan

9. Kepala Desa kemudian menyampaikan surat pemberitahuan pada penerima BLT Dana Desa, serta melaporkan rekap data penyaluran pada Pemerintah Kabupaten atau Kota.

C. Berikut Cara Mudah Cek Penerima Dana tersebut.

Untuk Pencairan BLT DD Dana Desa senilai Rp300 Ribu melalui situs : sid.kemendesa.go.id.

1. Kunjungi laman sid.kemendesa.go.id

Baca Juga: PPKM Skala Mikro Kota Bandung, 11 Kecamatan Ini Berpotensi Menjadi Prioritas Penerapan

2. Pada halaman “home” terdapat dua pilihan pencarian data desa

3. Pilih pencarian data desa berdasarkan nama desa

4. Ketik nama desa lalu enter

5. Setelah muncul nama desa, pilih BLT DD pada menu

6. Daftar penerima BLT Dana Desa akan terlihat.

Anda ingin mendapatkan dana ini dan uang lelah saat survey? caranya bisa di baca di artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.